Sungai Perempuan Menjerit (Woman Hollering Creek ~ Sandra Cisneros)
Dia berkata, dalam
sebuah kebisingan pesta perpisahan: Aku adalah ayahmu, aku tidak akan
meninggalkanmu. Dia mengatakan itu, mungkin tidak, ketika dia memeluk lalu
membiarkan anak perempuannya itu pergi. Tapi saat itu Cleofilas sedang sibuk
mencari Chela, pengiring wanitanya, untuk menggenapi konspirasi buket2 mereka. Dia tidak akan mengingat kata-kata perpisahan ayahnya sampai nanti. Aku
adalah ayahmu, aku tidak akan meninggalkanmu.
Hanya sekarang
sebagai seorang ibu dia mengingatnya. Sekarang, ketika dia dan Juan Pedrito
duduk di tepi sungai. Ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan saling
mencintai satu sama lain, kadang-kadang cinta menjadi hambar. Tapi cinta
orangtua kepada anak, cinta anak kepada orangtuanya, adalah hal yang sama
sekali berbeda.
Inilah yang
dipikirkan Cleofilas setiap sore ketika Juan Pedro tidak pulang, dan dia
berbaring di tepi ranjangnya mendengarkan gema deru jalanan, gonggong anjing di
kejauhan, kerisik pohon pecan3 yang menyerupai perempuan
dengan rok dalam yang kaku --shh-shh-shh, shh-shh-shh-- yang
mengantarnya tidur.
***
Di kota tempat dia
dibesarkan, tidak banyak hal yang bisa dikerjakan kecuali menemani para bibi
dan ibu baptisnya ke rumah salah satu dari mereka untuk bermain kartu. Atau
berjalan ke bioskop untuk menonton lagi film minggu ini, yang berbintik-bintik
hitam dan dengan rambut salah satu dari mereka yang melambai-lambai dengan
menyebalkan di layar. Atau ke pusat kota memesan susu kocok yang akan muncul
satu setengah hari kemudian sebagai jerawat di punggungnya. Atau ke rumah teman
wanitanya untuk menonton episode terbaru telenovela4 dan
mencoba meniru cara para perempuan di sana menyisir rambutnya, memakai makeup-nya.
Tapi yang
Cleofilas tunggu, yang dia bisikkan dan rindukan dan tertawakan, yang dia
harapkan karena dia sudah cukup tua untuk bersandar pada jendela dengan
pemandangan kawat kasa dan lalat dan tirainya, adalah gairah. Bukan jenis
gairah seperti yang ada di sampul majalah Alarma!, di mana seorang
kekasih dipotret dengan garpu penuh darah yang dipakainya untuk menyelamatkan
nama baiknya. Tapi gairah dalam bentuknya yang paling murni. Jenis yang
digambarkan di buku dan lagu dan telenovela ketika seseorang menemukan,
pada akhirnya, cinta sejatinya, dan melakukan apa pun yang bisa dilakukan, yang
harus dilakukan, tidak peduli berapa pun biayanya.
Tu o Nadie. "Kau atau Tidak Seorang Pun." Judul telenovela
favorit sekarang. Lucia Mendez yang cantik harus berhadapan dengan segala jenis
penderitaan hati, perpisahan dan pengkhianatan, dan cinta, selalu cinta tidak
peduli apa pun, karena itu adalah hal yang paling penting, dan apa kau lihat
Lucia Mendez di iklan aspirin dari Bayer --tidakkah dia cantik? Apa menurutmu
dia mewarnai rambutnya? Cleofilas ingin pergi ke farmacia5
dan membeli pencuci rambut; teman perempuannya Chela yang akan memakaikannya
--ini tidak sulit sama sekali.
Karena kau tidak
menonton episode tadi malam ketika Lucia mengaku bahwa dia mencintai laki-laki
itu lebih dari siapa pun dalam hidupnya. Dalam hidupnya! Dan dia meyanyikan
lagu "Kau atau Tidak Seorang Pun" di awal dan akhir film. Tu o
Nadie. Bagaimanapun seseorang seharusnya menjalani hidup seperti itu, ya
kan? Kau atau tidak seorang pun. Karena menderita karena cinta itu baik. Semua
penderitaan terasa manis. Pada akhirnya.
***
Seguin6. Dia menyukai bunyinya. Jauh dan indah. Tidak seperti
Monclova7. Coahuia8. Jelek.
Seguin, Tejas9. Koin emas melingkarinya. Denting suara uang. Dia
akan memakai pakaian seperti perempuan-perempuan di tele10,
seperti Lucia Mendez. Dan punya rumah bagus, dan membuat Chela iri.
Dan ya, mereka
akan berkendara ke Laredo untuk mengambil gaun pengantinnya. Itu yang mereka
katakan. Karena Juan Pedro mau menikah segera, tanpa perlu pertunangan yang
lama karena dia tidak bisa sering-sering mengambil cuti dari pekerjaannya. Dia
punya posisi penting di Seguin di, di... perusahaan bir, kurasa. Atau
perusahaan ban? Ya, dia harus kembali. Jadi mereka akan menikah di musim semi
ketika laki-laki itu cuti, kemudian mereka akan berkendara dengan mobil pickup
barunya --apa kau tidak melihatnya?-- ke rumah baru mereka di Seguin. Yah,
tidak benar-benar baru, tapi mereka akan mengecatnya lagi. Pengantin baru. Cat
baru dan perabot baru. Kenapa tidak? Laki-laki itu mampu membelinya. Dan nanti
menambah mungkin satu atau dua kamar untuk anak-anak. Semoga mereka diberi
banyak anak.
Baiklah, kau akan
lihat. Cleofilas selalu mahir dengan mesin jahitnya. Sedikit rrr, rrr, rrr, dari
mesin itu dan zas! Magik. Dia, gadis itu, memang pintar. Hal yang
menyedihkan. Dan tanpa seorang ibu untuk mengajarinya banyak hal seperti malam
pertamanya. Baiklah, semoga Tuhan membantunya. Bagaimana dengan ayah dengan
kepala seperti seekor keledai, dan enam saudara laki-lakinya yang aneh itu.
Baiklah, bagaimana menurutmu! Ya, aku akan datang ke pernikahan itu. Tentu
saja! Baju yang mau kupakai cuma perlu diubah sedikit untuk membuatnya up to date11. Lihat, aku melihat model baru tadi malam yang kupikir
cocok denganku. Apa kau menonton The Rich Also Cry episode tadi malam?
Baiklah, apa kau memperhatikan baju yang dipakai si ibu?
***
La Gritona12. Sungguh nama yang aneh untuk arroyo13
yang begitu indah. Tapi begitulah mereka menyebut sungai kecil yang mengalir di
belakang rumah ini. walaupun tidak ada yang bisa mengatakan apakah perempuan
itu menjerit karena marah atau karena sakit. Orang sini hanya tahu bahwa arroyo
ini adalah arroyo yang harus diseberangi orang kalau mau ke San Antonio,
dan diseberangi sekali lagi ketika kembali, yang dinamai Perempuan Menjerit14,
nama yang tidak seorang pun di sini pernah pertanyakan, atau tahu. Pues,
alla de los indios, quein sabe --siapa yang tahu, orang-orang kota
mengangkat bahunya, karena tidak ada hubungannya dengan hidup mereka soal
bagaimana aliran air ini mendapat nama anehnya.
"Untuk apa
kau ingin tahu?" Trini si pegawai binatu bertanya dengan logat kasar
Spanyolnya yang sama dengan yang selalu dia pakai kapan pun dia memberi
Cleofilas recehan atau meneriakinya karena sesuatu hal. Pertama karena
memasukkan terlalu banyak sabun ke dalam mesin cuci. Kemudian, karena duduk di
salah satu mesin. Kemudian lagi, setelah Juan Pedrito lahir, karena tidak tahu
bahwa di negara ini kau tidak boleh membiarkan bayi berjalan-jalan tanpa popok
dan pipisnya mengalir, itu tidak baik, entiendes? Pues?
Bagaimana
Cleofilas menjelaskan kepada perempuan seperti ini kenapa nama Perempuan
Menjerit itu membuatnya penasaran. Yah, tidak ada gunanya membicarakannya
dengan Trini.
Di sisi lain ada
perempuan-perempuan tetangga, masing-masing satu di sebelah rumah yang mereka
sewa di dekat arroyo. Perempuan Soledad di kiri, perempuan Dolores di
kanan.
Tetangga perempuan
Soledad suka menyebut dirinya janda, walau bagaimana dia bisa menjadi janda
masih misteri. Suaminya mungkin mati, atau lari bersama perempuan jalang dari
gudang es, atau pergi begitu saja membeli rokok pada suatu sore dan tidak
pernah kembali. Sulit dikatakan yang mana karena Soledad, sesuai peraturannya,
tidak pernah menyebut laki-laki itu.
Di rumah yang lain
tinggal la senora15 Dolores, baik dan sangat manis, tapi
rumahnya bau dupa dan lilin dari altar yang dibakar terus menerus untuk
mengenang dua putranya yang meninggal dalam perang terakhir dan seorang suami
yang meninggal setelahnya karena terlalu berduka. Tetangga perempuan Dolores
membagi waktunya antara kenangan pada para laki-laki ini dengan kebunnya, yang
terkenal karena bunga mataharinya --yang sangat tinggi sampai harus disangga
gagang sapu dan papan tua; merah jengger ayam, berjumbai dan mengalirkan warna
menstruasi kental; dan, yang istimewa, mawar yang aroma sedihnya mengingatkan
Cleofilas pada orang mati. Setiap hari Minggu la senora Dolores memetik
bunga yang paling indah dan mengaturnya di tiga batu nisan sederhana di
pekuburan Seguin.
Perempuan-perempuan
tetangga itu, Soledad, Dolores, mereka mungkin dulu tahu nama arroyo ini
sebelum diubah dalam Bahasa Inggris tapi mereka tidak tahu lagi sekarang. Mereka
terlalu sibuk mengingat laki-laki yang pergi entah karena pilihannya atau
karena keadaan dan tidak pernah kembali.
Sakit atau marah,
Cleofilas bertanya-tanya ketika dia melewati jembatan itu untuk pertama kalinya
sebagai pengantin baru dan Juan Pedro menunjuk ke arah sungai. La Gritona,
katanya, dan Cleofilas tertawa. Sungguh nama yang lucu untuk sebuah sungai yang
begitu indah dan penuh dengan kegembiraan.
***
Pertama kali dia begitu terkejut dia tidak berteriak atau berusaha membela diri. Dia selalu berkata bahwa dia akan melawan kalau laki-laki, laki-laki yang manapun, menyerangnya.
Tapi ketika momen
itu datang, dan laki-laki itu menamparnya satu kali, dan sekali lagi, dan lagi,
sampai bibirnya pecah dan menumpahkan darah merah anggrek, dia tidak melawan
balik, dia tidak menumpahkan air mata, dia tidak lari seperti yang dibayangkannya
bisa dia lakukan ketika melihat hal seperti itu di telenovela.
Di rumahnya
sendiri orang tuanya tidak pernah mengangkat tangan kepada pasangannya atau
kepada anak-anak mereka. Walaupun dia mengakui bahwa dia mungkin menurunkan
sedikit perasaan halus sebagai satu-satunya anak perempuan --la consentida,
sang putri-- ada beberapa hal yang dia tidak akan tolerir. Tidak akan pernah.
Sebaliknya, ketika
hal ini terjadi untuk pertama kalinya, ketika mereka benar-benar cuma sepasang
laki-laki dan istri, dia begitu terpukul, ini membuatnya tidak bisa bicara,
tidak bergerak, kaku. Tidak ada yang dilakukannya kecuali meraih rasa panas di
mulutnya dan menatap darah di telapak tangannya seolah-olah, bahkan setelahnya,
dia tidak mengerti.
Dia tidak bisa
memikirkan kata-kata untuk diucapkan, diam. Hanya memukul rambut ikal gelap
laki-laki yang merengek seperti anak kecil, air mata penyesalan dan rasa malu,
sekarang dan selama-lamanya.
***
Laki-laki di
gudang es. Dari apa yang bisa diceritakannya, selama tahun pertamanya ketika
masih pengantin baru dia diundang dan menemani suaminya, duduk diam di sisi
percakapan mereka, menunggu dan menyesap bir sampai sedikit merasa hangat,
memilin serbet kertas menjadi simpul, lalu satu lagi menjadi kipas, satu lagi
menjadi mawar, menganggukkan kepala, tersenyum, menguap, tertawa dengan sopan,
tertawa di waktu yang lain, bersandar di lengan suaminya, menyentak sikunya,
dan akhirnya meramalkan dengan benar ke mana arah pembicaraan mereka, dari sini
Cleofilas menyimpulkan bahwa mereka bermalam-malam mencoba mencari kebenaran di
dasar botol seperti mencari koin emas16 di dasar laut.
Mereka ingin
mengatakan kepada yang lain apa yang mereka ingin katakan kepada diri mereka
sendiri. Tapi yang menggedor-gedor seperti balon helium di langit-langit
pikiran mereka tidak pernah menemukan jalan keluar. Dia menggelembung dan naik
ke udara, dia menggeram di kerongkongan, dia menggelinding di permukaan lidah,
dan mengalir dari bibir mereka --sebuah sendawa.
Kalau mereka
beruntung, ada air mata di ujung malam panjang itu. Di setiap kesempatan,
kepalan tangan mereka ingin bicara. Mereka adalah anjing yang mengejar ekor
mereka sendiri sebelum berbaring untuk tidur, mencoba mencari jalan, rute,
pelepasan, dan --akhirnya-- memperoleh kedamaian.
***
Di suatu pagi
sebelum laki-laki itu membuka matanya. Atau setelah mereka selesai bercinta.
Atau ketika laki-laki itu berada di hadapannya di meja makan menyuapkan makanan
ke mulutnya dan mulai mengunyah. Cleofilas berpikir, inilah laki-laki yang
sudah kutunggu seumur hidupku.
Bukan berarti
laki-laki itu tidak baik. Dia harus mengingatkan dirinya sendiri kenapa dia
mencintainya ketika dia mengganti popok bayi, atau ketika dia mengepel lantai
kamar mandi, atau mencoba membuat tirai untuk lubang pintu yang tidak ada
pintunya, atau memutihkan linen. Atau sedikit bertanya-tanya ketika laki-laki
itu menendang kulkas dan berkata bahwa dia membenci rumah jahanam ini dan akan
pergi ke tempat di mana dia tidak akan diganggu oleh rengekan bayi dan
pertanyaan penuh curiga darinya, dan permintaannya untuk memperbaiki ini dan
ini dan ini karena kalau dia punya otak dia akan menyadari bahwa laki-laki itu
sudah berangkat sebelum ayam jantan berkokok untuk mencari nafkah demi makanan
di perutnya dan atap di atas kepalanya dan harus bangun pagi lagi keesokan
harinya jadi kenapa kau tidak meninggalkanku dengan damai, perempuan.
Laki-laki itu
tidak terlalu tinggi, tidak, dan dia tidak terlihat seperti para laki-laki di telenovela.
Wajahnya masih meninggalkan luka bekas jerawat. Dan perutnya sedikit buncit
hasil semua bir yang pernah diminumnya. Yah, dia memang kekar.
Laki-laki ini yang
buang angin dan bersendawa dan mendengkur sebagaimana dia tertawa dan mencium
dan memeluknya. Bagaimanapun suami seperti ini yang jambangnya selalu dia
temukan setiap pagi di cucian piring, yang sepatunya harus dia angin-anginkan
setiap sore di beranda, suami seperti ini yang memotong kuku di depan orang
banyak, tertawa dengan keras, mengutuk layaknya laki-laki, dan meminta setiap
masakan disajikan di piring terpisah seperti di rumah ibunya, begitu sampai di
rumah, tepat waktu atau terlambat, dan yang sama sekali tidak peduli pada musik
atau telenovela atau romansa atau mawar atau bulan yang bersinar seperti
mutiara menggantung di atas arroyo, atau menerobos jendela kamar dan
karenanya, menutup tirai jendela dan kembali tidur, laki-laki seperti ini, ayah
seperti ini, rival seperti ini, penjaga seperti ini, majikan seperti ini, tuan
seperti ini, suami seperti ini sampai kiamat17 datang.
***
Sebuah keraguan.
Setipis rambut. Satu set cangkir kembali ke rak piring dalam keadaan terbalik.
Lipstiknya, dan bedak, dan sisir semuanya diatur di kamar mandi dengan cara
yang lain.
Tidak. Cuma
imajinasinya. Rumah itu selalu sama seperti biasanya. Tidak ada apa-apa.
Pulang dari rumah
sakit bersama anak laki-lakinya yang baru lahir, dan suaminya. Menyenangkan
menemukan kembali sandal rumahnya di bawah kasur, mantel luntur yang
ditinggalkannya di gantungan kamar mandi. Bantalnya. Tempat tidur mereka.
Kepulangan yang
sangat-sangat indah. Seindah aroma bedak muka di udara, melati, liquor
yang lengket.
Bekas jari kotor
di pintu. Rokok remuk di gelas. Kerutan akibat berpikir keras sampai jadi
seperti lipatan.
***
Kadang-kadang dia
memikirkan rumah ayahnya. Tapi bagaimana dia bisa kembali ke sana? Sungguh
memalukan. Apa yang akan dikatakan tetangga-tetangganya? Pulang seperti itu
dengan satu bayi di pinggulnya dan satu lagi di oven18. Ke mana
suamimu?
Kota gosip. Kota
debu dan keputusasaan. Semua sudah ditukarnya untuk kota gosip ini. Kota debu,
keputusasaan. Rumah-rumah mungkin saling terpisah jauh, tapi tidak ada lagi
privasi karenanya. Tidak ada zocalo19 dengan rimbun dedaunan
di tengah kota, walaupun gerundelan orang-orang jelas semuanya sama. Tidak ada
bisik-bisik di tangga gereja setiap Minggu. Karena di sini bisik-bisik itu
dimulai saat matahari terbenam di gudang es.
Kota ini dengan
kebanggaannya yang menggelikan pada pohon pecan yang berwarna seperti perunggu
seukuran kereta bayi di depan balai kota. Toko reparasi TV, toko obat,
perkakas, binatu, tukang pijat, toko minuman keras, jaminan obligasi, etalase
kosong, dan tidak ada, tidak ada, tidak ada yang menarik. Tidak ada tempat
untuk dituju, yang mana pun. Karena kota-kota di sini memang dibangun seperti
itu supaya kau bergantung pada suami-suami. Atau tinggal di rumah. Atau
berkendara. Kalau kau cukup kaya untuk punya, dan boleh menyetir, mobilmu
sendiri.
Tidak ada tempat
untuk dituju. Kecuali kalau orang menghitung para perempuan tetangga. Soledad
di satu sisi, Dolores di sisi yang lain. Atau ke sungai.
Jangan keluar
setelah gelap, mi’jita20. Tinggallah di dekat rumah. No es
bueno para la salud. Mala suerte21. Sial. Mal aire22.
Kau akan jatuh sakit dan bayimu juga. Kau akan ketakukan kalau berjalan-jalan
di kegelapan, lalu kau akan lihat betapa benarnya kami.
Aliran sungai itu
kadang cuma genangan lumpur di musim panas, walaupun sekarang musim semi,
karena hujan, Makhluk dengan ukuran besar, makhluk dengan suaranya sendiri,
sepanjang siang dan sepanjang malam memanggil-manggil dengan suaranya yang
melengking, menggoda. Diakah La Llorona, si perempuan menangis? La Llorona,
yang menenggelamkan anak-anaknya sendiri. Mungkin La Llorona inilah perempuan
yang mereka jadikan nama sungai itu, pikirnya, mengingat cerita-cerita yang
dipelajarinya di masa kecil.
La Llorona
memanggilnya. Dia yakin sekali. Cleofilas mengatur selimut bayi donal bebek di
atas rumput. Dengar. Langit berubah jadi gelap. Bayinya menarik segenggam penuh
rumput dan tertawa. La Llorona. Bertanya-tanya kalau sesuatu setenang ini bisa
membuat seorang perempuan mendatangi kegelapan di bawah pohon.
***
Yang dibutuhkannya
adalah ... dan membuat gerakan seolah-olah merenggut bokong perempuan dari
pangkuan seorang laki-laki. Maximiliano, si bodoh dengan badan bau dari
seberang jalan, mengatakannya dan membuat para laki-laki tertawa, tapi
Cleofilas cuma bergumam, Grosera23, dan meneruskan mencuci
piring.
Dia tahu laki-laki
itu mengatakannya bukan karena itu benar, tapi lebih karena laki-laki itulah
yang butuh tidur dengan perempuan, bukan minum setiap malam di gudang es dan
menggerutu sendiri di rumah.
Maximiliano yang
berkata telah membunuh istrinya dalam sebuah pertengkaran di gudang es waktu
perempuan itu mendatanginya dengan gagang pel. Aku harus menembaknya, katanya
--perempuan itu punya senjata.
Tawa mereka keluar
dari jendela dapur. Tawa suaminya, teman-temannya. Manolo, Beto, Efrain, el
Perico. Maximiliano.
Apakah Cleofilas
cuma melebih-lebihkan seperti apa yang selalu dikatakan suaminya tentangnya?
Kelihatannya surat kabar dipenuhi dengan cerita semacam ini. Perempuan ini
ditemukan di pinggir jalan. Perempuan ini didorong dari mobil yang sedang
melaju. Perempuan ini pucat pasi, perempuan ini tidak sadarkan diri, perempuan
ini babak belur. Bekas suaminya, suaminya, pacarnya, ayahnya. saudara
laki-lakinya, pamannya, temannya, rekan kerjanya. Selalu. Berita mengerikan
yang sama di halaman harian itu. Dia menenggelamkan sebuah gelas ke dalam air
penuh busa sabun sebentar --gemetar.
***
Laki-laki itu
melemparkan sebuah buku. Bukunya. Dari seberang ruangan. Sebuah bilur muncul di
pipi. Dia bisa memaafkan itu. Tapi apa yang lebih menyakitkan adalah kenyataan
bahwa buku itu adalah bukunya, sebuah kisah cinta oleh Corin Tellado, sesuatu
yang sangat disukainya setelah dia tinggal di Amerika, tanpa televisi, tanpa telenovela.
Kecuali sekarang
dan nanti ketika suaminya pergi dan dia bisa mengatur waktu, menonton sekilas
beberapa episode di rumah tetangga Soledad karena Dolores tidak peduli pada
hal-hal semacam ini, walaupun Soledad seringkali berbaik hati menceritakan
kembali apa yang terjadi di episode Maria de Nadie, gadis desa Argentina
yang miskin yang tidak beruntung karena jatuh cinta dengan anak laki-laki
tampan dari keluarga Arrocha, keluarga tempatnya bekerja, yang di bawah atapnya
dia tidur dan yang lantainya dia bersihkan, sementara di rumah yang sama, dengan
sapu dan pembersih lantai sebagai saksi, si rahang persegi Juan Carlos Arrocha
membisikkan kata cinta, Aku mencintaimu, Maria, dengarkan aku, mi querida24,
tapi dialah yang harus berkata Tidak, tidak, kita tidak sederajat, dan
mengingatkan laki-laki itu bahwa jatuh cinta bukan miliknya atau milik
laki-laki itu, sementara hatinya hancur, bisakah kau bayangkan itu.
Cleofilas berpikir
hidupnya seharusnya seperti itu, seperti sebuah telenovela. Hanya saja
sekarang episodenya sedang sedih dan semakin sedih. Dan tidak ada tayangan
iklan di tengah-tengahnya sebagai selingan. Dan tidak ada tanda-tanda akhir
yang bahagia. Dia memikirkan hal ini ketika duduk bersama bayinya di luar di
dekat sungai di belakang rumah. Cleofilas de ...? Tapi bagaimanapun dia harus
mengganti namanya menjadi Topazio, atau Yesenia, Cristal, Adriana, Stefania,
Andrea, sesuatu yang lebih puitis daripada Cleofilas. Segalanya bisa terjadi
pada perempuan-perempuan dengan nama seperti perhiasan. Tapi apa yang terjadi
pada seorang Cleofilas? Tidak ada. Kecuali retakan di wajah.
***
Karena dokter
berkata begitu. Dia harus pergi. Untuk meyakinkan bahwa bayinya baik-baik saja,
jadi tidak akan ada masalah ketika dia dilahirkan, dan kartu jadwal
pertemuannya tercatat Selasa berikutnya. Bisakah laki-laki itu mengantarnya.
Itu saja.
Tidak, dia tidak
akan mengatakannya. Dia janji. Kalau dokter bertanya dia akan berkata kalau dia
jatuh di tangga depan atau terpeleset ketika keluar di halaman belakang, jatuh
terjengkang, dia bisa mengatakan itu padanya. Dia harus kembali Selasa depan, Juan
Pedro, tolonglah, untuk bayinya. Untuk anak mereka.
Dia bisa saja
menulis surat kepada ayahnya dan mungkin meminta uang, cuma pinjam, untuk biaya
medis bayinya. Baiklah kalau laki-laki itu lebih suka kaalu dia tidak
melakukannya. Dia tidak akan melakukannya. Tolong jangan lagi. Tolong jangan.
Dia tahu memang sulit untuk meyisakan uang dengan semua tagihan mereka, tapi
bagaimana lagi mereka akan keluar dari hutang dengan adanya cicilan truk? Dan
setelah membayar sewa dan makanan dan rekening listrik dan gas dan air dan
semua yang-semua-rang-tahu-apa, yah, sulit untuk menyisakan sesuatu. Tapi
tolonglah, setidaknya untuk biaya ke dokter. Dia tidak akan minta yang lain.
Dia harus begitu. Kenapa dia begitu cemas? Karena.
Karena dia akan
memastikan bayinya tidak berbalik sekarang dan membelah tubuhnya tepat di
tengah. Ya. Selasa depan jam setengah enam. Aku akan mengajak dan mendandani
Juan Pedrito. Tapi cuma sepatu itu yang dia punya. Aku akan menyemirnya, dan
kami akan siap. Segera setelah kau pulang kerja. Kami tidak akan membuatmu
malu.
***
Felice? Ini aku,
Graciela.
Tidak, aku tidak
bisa bicara lebih keras. Aku sedang bekerja.
Begini, aku butuh
sedikit bantuan. Ada pasien, seorang perempuan di sini yang punya masalah.
Baik, tunggu
sebentar. Kau mendengarkanku atau tidak?
Aku tidak bisa
bicara keras-keras karena suaminya ada di ruangan sebelah.
Baiklah, maukah
kau mendengarkan?
Aku akan melakukan
sonogram padanya --dia hamil, mengerti?-- dan dia mulai menangis padaku. Hijole25,
Felice! Perempuan miskin ini tubuhnya penuh lebam di mana-mana. Aku tidak
bercanda.
Dari suaminya.
Siapa lagi? Pasangan lain dari seberang perbatasan. Dan keluarganya semua di
Meksiko.
Sial. Kau kira
mereka akan menolongnya? Yang benar saja. Perempuan ini bahkan tidak bisa
berbahasa Ingris. Dia tidak boleh menelepon rumah atau menulis surat atau apa
saja. Itu sebabnya aku menghubungimu.
Dia butuh
tumpangan.
Bukan ke Meksiko,
bodoh. Cuma ke Greyhound. Di San Anto26.
Tidak, cuma
tumpangan. Dia punya uang sendiri. Yang harus kau lakukan cuma menurunkannya di
San Antonio sekalian kau pulang. Ayolah, Felice. Ya? Kalau kita tidak
menolongnya, siapa lagi? Aku mau saja mengantarnya sendiri, tapi dia harus
sudah di bus sebelum suaminya pulang kerja. Bagaimana menurutmu?
Aku tidak tahu.
Sebentar.
Segera, bahkan
mungkin besok.
Yah, kalau besok
kau tidak bisa....
Ini janji, Felice.
Kamis. Di parkiran Cash N Carry I-10. Siang. Dia akan menunggu.
Oh, dan namanya
Cleofilas.
Aku tidak tahu.
Salah satu santo Meksiko, mungkin. Seorang martir atau sesuatu seperti itu.
Cleofilas.
C-L-E-O-F-I-L-A-S. Cle. O. Fi. Las. Catatlah.
Terima kasih,
Felice. Kalau anaknya lahir dia harus menamainya seperti nama kita, ya kan?
Yah, kau benar.
Sebuah opera sabun reguler sesekali. Que vida, comadre27.
Bueno28 dah.
***
Sepanjang pagi
yang dipenuhi setengah rasa takut, setengah keragu-raguan. Kapan saja Juan
Pedro bisa muncul di pintu. Di jalan. Di Cash N Carry. Seperti mimpi yang dia
pernah mimpikan.
Itulah yang harus
dipikirkan, ya, sampai perempuan di pickup menjemputnya. Lalu tidak ada
lagi waktu untuk memikirkan apapun kecuali pickup yang menuju San
Antonio. Letakkan tasmu di belakang dan masuklah.
Tapi ketika mereka
menyeberangi arroyo itu, pengemudinya membuka mulut dan mengeluarkan
teriakan sekeras para mariachi29. Yang mengejutkan bukan
hanya Cleofilas, tapi Juan Pedrito juga.
Pues30, lihat betapa lucunya. Aku membuat kalian berdua
takut, bukan? Maaf. Seharusnya aku memperingatkan kalian terlebih dulu. Setiap
kali aku melewati jembatan itu aku melakukan hal ini. Karena namanya, kau tahu.
Perempuan Menjerit. Pues, aku menjerit. Perempuan ini berkata dalam
bahasa Spanyol yang payah dicampur dengan Ingris dan tawa. Apa kau pernah
memperhatikan, Felice melanjutkan, bagaimana tidak ada satu pun di sini yang
dinamai dengan nama perempuan? Sungguh. Kecuali kalau dia Perawan Suci31.
Kukira kau cuma bisa terkenal kalau kau masih perawan. Perempuan itu tertawa
lagi.
Itulah sebabnya
aku menyukai nama arroyo itu. Membuatmu ingin berteriak seperti Tarzan,
ya kan?
Segala sesuatu
tentang perempuan ini, Felice ini, mempesona Cleofilas. Kenyataan bahwa dia
mengemudi pickup. Sebuah pickup, ingat itu, tapi ketika Cleofilas
bertanya apakah itu punya suaminya, perempuan itu berkata kalau dia tidak punya
suami. Pickup itu miliknya. Perempuan itu memilihnya sendiri. Perempuan
itu membayarnya sendiri.
Dulu aku punya
Pontiac Sunbird. Tapi itu adalah mobil untuk viejas32. Mobil
banci. Ini baru namanya mobil.
***
Perkataan macam
apa itu yang keluar dari seorang perempuan? Pikir Cleofilas. Tapi sekali lagi,
Felice tidak sama dengan perempuan yang pernah ditemuinya. Bisakah kau
bayangkan, ketika kami menyeberangi arroyo itu dia mulai berteriak
seperti orang gila, dia akan menceritakan ini nanti kepada ayah dan
saudara-saudara laki-lakinya. Persis seperti itu. Siapa yang pernah berpikir
begitu?
Siapa yang pernah?
Sakit atau marah, mungkin, tapi bukan teriakan seperti yang baru saja
dikeluarkan Felice. Membuatmu ingin berteriak seperti Tarzan, kata Felice tadi.
Felice mulai
tertawa lagi, tapi itu bukan tawa Felice. Itu adalah geraman di
kerongkongannya, sebuah tawa yang mengalir panjang, seperti air.
***
Kalau Anda menyukai cerpen ini, Anda mungkin juga akan menyukai cerita pendek terjemahan dari penulis yang lain di sini.
***
Catatan kaki:
1 Paving:
bahan pengeras jalan dari semen yang dipadatkan dengan bentuk dan pola
tertentu.
2 Bouquet
conspiracy: menurut tradisi, pengantin wanita akan melempar buket (karangan
bunga) mereka untuk ditangkap oleh perempuan-perempuan lain, diyakini mereka
yang mendapat buket itu akan segera menyusul menikah; konspirasi buket itu
mungkin berarti ada pengaturan yang dibuat supaya perempuan tertentu --dalam
hal ini Chela-- yang dipastikan mendapat buketnya.
3 Pecan tree:
carya illinoinensis; spesies tumbuhan yang berasal dari Amerika Utara
dan umum ditemui di Amerika, bisa tumbuh tinggi sampai sekitar 20-40 m. Kata pecan
sendiri berasal dari bahasa Algonquian (Kanada) yang secara harfiah berarti
'kacang yang membutuhkan batu untuk memecahnya'.
4 Telenovela:
sinetron ala Amerika Latin.
5 Farmacia:
toko obat (Spanyol).
6 Seguin:
nama kota di daerah Guadalupe, Texas, Amerika.
7 Monclovia:
nama kota di Meksiko.
8 Coahuia:
nama negara bagian di Meksiko tempat kota Monclova berada.
9 Tejas:
cara orang Meksiko melafalkan Texas. Coahuila y Tejas adalah nama negara
bagian yang berdasarkan konstitusi Meksiko tahun 1824 meliputi daerah yang
sekarang bernama Texas, Amerika.
10 Tele:
telenovela.
11 Up to date:
sesuai dengan masa kini.
12 La Gritona:
perempuan menjerit (Spanyol).
13 Arroyo:
sungai kecil (Spanyol).
14 Perempuan
Menjerit: woman hollering.
15 La senora:
nyonya; sebuatan untuk perempuan yang sudah menikah (Spanyol).
16 Doubloon:
koin emas yang dibuat di Spanyol, Meksiko, Peru dan Granada . Berasal dari
bahasa Spanyol doblon yang berarti ganda (double), entah karena nilainya
yang dua ducats atau karena ada foto pasangan Ferdinand dan Isabella
(Raja Ferdinand II dan Ratu Isabella I).
17 Kingdom:
kerajaan; yang dimaksud adalah kerajaan Tuhan.
18 Baby in the
oven: mungkin maksudnya hamil; ungkapan yang lebih sering digunakan “bun
in the oven”.
19 Zocalo:
plaza atau lapangan di tengah kota Meksiko dengan nama resmi Plaza de la
Constitucion. Plaza de la Constitucion semacam ini juga ada di Cili,
jadi kemungkinan zocalo itu berarti ‘ruang terbuka’.
20 Mi’jita:
sayangku (Spanyol).
21 No es bueno
para la salud. Mala suerte: tidak baik untuk kesehatan. Sial (Spanyol).
22 Mal aire:
udara yang buruk (Spanyol).
23 Grosera:
kasar, vulgar (Spanyol).
24 Mi querida:
sayangku (Spanyol).
25 Hijole:
sial, wow. Kata seru untuk mengekpresikan rasa terkejut dalam bahasa Meksiko.
26 San Anto:
San Antonio.
27 Que
vida,comadre: itulah hidup, kawan (perempuan) (Spanyol).
28 Bueno:
baik; bisa juga sebagai ucapan selamat seperti selamat tinggal, selamat sore,
dan sebagainya. (Spanyol)
29 Mariachi:
salah satu bentuk musik rakyat Meksiko, juga untuk menyebut musisi yang
memainkan musik ini.
30 Pues:
semacam seruan dalam logat Meksiko, semacam ‘ya’ atau ‘baiklah’.
31 Virgin:
perawan; dengan huruf kapital di teks aslinya, kemungkinan dia mengacu pada
sosok Perawan (Bunda) Maria yang penting dalam tradisi Katolik.
32 Viejas: perempuan tua, nenek-nenek (Spanyol).

Comments
Post a Comment